Showing posts with label story. Show all posts
Showing posts with label story. Show all posts
Pariwisata Pantai di Gunung Kidul Indonesia

Pariwisata Pantai di Gunung Kidul Indonesia

Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan laut selatan, Kabupaten Gunungkidul mempunyai obyek wisata pantai handal yang melimpah. Berikut adalah daftar obyek wisata di Gunungkidul yang menghamparkan keindahan tiada tara :
Pantai Banyunibo : Purwodadi, Tepus
Pantai Baron : Kemadang, Tanjungsari
Pantai Busung : Purwodadi, Tepus
Pantai Butuh : Karambilsawit, Saptosari
Pantai Drini : Banjarejo, Tanjungsari
Pantai Gesing : Girikarto, Panggang







Pantai Grigak : Giriwungu, Panggang
Pantai Jagang Kulon : Purwodadi, Tepus
Pantai Jogan Wetan : Purwodadi, Tepus
Pantai Karangtelu : Girikarto, Panggang
Pantai Kelosirat : Purwodadi, Tepus
Pantai Kesirat : Girikarto, Panggang
Pantai Klampok : Girijati, Purwosari
Pantai Klumpit : Purwodadi, Tepus
Pantai Krakal : Ngestirejo, Tanjungsari
Pantai Krokoh : Songbanyu, Girisubo
Pantai Kukup : Kemadang, Tanjungsari
Pantai Lambor : Purwodadi, Tepus
Pantai Langkap : Karambilsawit, Saptosari
Pantai Muncar : Purwodadi, Tepus
Pantai Nampu : Giriwungu, Panggang
Pantai Ngandong : Sidoharjo, Tepus
Pantai Ngetun : Purwodadi, Tepus
Pantai Ngobaran : Kanigoro, Saptosari
Pantai Ngondo : Purwodadi, Tepus
Pantai Ngrenehan : Kanigoro, Saptosari
Pantai Nguluran : Purwodadi, Tepus
Pantai Ngungap : Purwodadi, Tepus
Pantai Ngunggah : Giriwungu, Panggang
Pantai Nguyahan : Kanigoro, Saptosari
Pantai Pakundon : Purwodadi, Tepus
Pantai Parangedong : Girijati, Purwosari
Pantai Parangracuk : Kemadang, Tanjungsari
Pantai Sadeng : Pucung, Girisubo
Pantai Sawahan : Purwodadi, Tepus
Pantai Sepanjang : Kemadang, Tanjungsari
Pantai Siung : Purwodadi, Tepus
Pantai Slili : Sidoharjo, Tepus
Pantai Songlibeg : Purwodadi, Tepus
Pantai Sundak : Sidoharjo, Tepus
Pantai Timang : Purwodadi, Tepus
Pantai Torohudan : Kanigoro, Saptosari
Pantai Watugupit : Giricahyo , Purwosari
Pantai Watutogok : Purwodadi, Tepus
Pantai Wediombo : Jepitu, Girisubo
Pantai Weru : Purwodadi, Tepus
Poetry - Poem - Diary of Togetherness

Poetry - Poem - Diary of Togetherness

Selamat pagi sobat semuanya. Ternyata sudah pagi lagi ya karena banyaknya aktivitas sehingga tak terasa waktu terus berlalu.
Btw saya sangat senang dengan sebuah blog, karena bisa digunakan untuk menyampaikan ide-ide kreatif dan tulisan2 yang lain serta ada juga yang dipergunakan untuk berbisnis online
Di post ini saya sedikit membuat barisan kata-kata (poetry) dan semoga sobat semuanya terhibur dan bisa diambil makna dari tiap poetry dibawah ini.....hhh
Enjoy it.


(1) Maafkan aku, waktu (by the writer)

Dari hari ke hari
Waktu silih berganti
Daun gugur bersemi kembali
Matahari terbenam dan terbit lagi

                         Dulu,, saat masih kanak-kanak
                         Bercanda bersama ayah, ibu dan kakak
                         Penuh canda tertawa terbahak – bahak
                         Bagai air yang selalu beriak

Kini,, usia semakin bertambah
Harus menjaga sebuah amanah
Tapi bisakah...
Bisakah semua berjalan tanpa rasa gundah

                        Jika saja dulu tidak berfoya – foya
                        Jika saja dulu mendahulukan cita-cita
                        Mungkin sekarang sudah bisa
                        Bisa membuktikan amanah dari orang tua


(2) I.M.U (by the writer)
Ahahahaha.....
Indah, lucu, manis, bahagianya
Saat kita berdua
Melalui hari-hari bersama

                                 Rasa ini selalu bersemi
                                 Dihatiku – kamu selalu ada
                                 Rasa ini selalu bersemi
                                 Dihatiku – Selamanya

Jangan pernah katakan perpisahan
Telinga ini tak ingin mendengarkan
Buang jauh-jauh kekosongan
Bangun lagi sebuah harapan

                                Harapan selalu bersama
                                Hingga kulit menua
                                Hingga tiba saatnya
                                Saat jiwa terlepas dari raga


(3) Solidaritas Kawan (by the writer)

Kalian adalah raja dan ratu
Berperangai tampan, cantik dan lucu
Mau apa?? Tinggal tunjuk ini itu
Betapa bahagianya dirimu

                                  Tapi sayang,
                                  Hidup bermewahan
                                  Tingkah kalian tak sedap dipandang
                                  Dari kasta rendah di tinggalkan

Tapi sayang,
Pilih pilah persahabatan
Tingkah kalian tak sedap dipandang
Teman apa adanya di lupakan

                                 Janganlah begitu
                                 Jangan melihat dari raga
                                Buang jauh hal itu
                               Carilah yang baik hatinya
Kembalinya Kepompong Kecilku - cerpen (The Third Part)

Kembalinya Kepompong Kecilku - cerpen (The Third Part)

lalu kupu-kupu itu mulai meneteskan air mata dan tersedu-sedu berkata “anakku” Rino merasakan ada goncangan maha dasyat antara percaya dan tidak percaya dengan perkataan tadi, “apakah saya bermimpi, dari mana bunda tahu aku ini anakmu?” Tanya Rino dengan rasa kaget dan ingin mencari kepastian, lalu kupu-kupu itu menjawab, “aku ingat dulu kala ini adalah rumahku, aku ikut pergi dengan ayahmu karena dulu disini ada penebangan liar yang dilakukan oleh manusia yang tidak bertanggungjawab tapi aku tak bisa membawamu karena aku dan ayahmu sama-sama terluka parah dan aku sempat menyembunyikanmu diruang rahasia, kami ingin kembali kesini tetapi kami butuh waktu yang tidak sedikit untuk menyembuhkan luka kami, namun aku ingat jika benar kamu anakku, kamu punya tanda bekas luka di punggungmu” lalu Rama dan Rudi melihat dari balik punggung Rino dan ternyata benar ada tanda bekas luka, Rino meneteskan air mata karena tak mampu menahan kerinduannya yang selama ini ia pendam, dengan insting seorang anak dan penjelasan yang dituturkan kupu-kupu tadi akhirnya ia percaya dan memutuskan untuk ikut bergabung dengan orang tuanya “Nak, ayo segera kita menyusul ayahmu dan kedua adikmu, mereka pasti akan sangat bahagia, kami juga sangat merindukan kamu, tiap hari ayahmu cemas dengan keadaanmu nak” tanpa banyak kata Rino langsung menghampiri kupu-kupu itu yang tak lain adalah ibunya, ia memeluk sambil menangis sesenggukan kayak anak kecil yang kangen kepada ibunya, “ibu aku kangen ama ibu, tiap hari aku selalu berdo’a agar kita bisa bertemu dan hidup bersama, akhirnya Tuhan telah mengabulkan doaku selama ini, Tuhan telah mempertemukan kita, kini aku tidak perlu lagi berkhayal sambil menatap langit, karena kini ibu ada dan nyata dihadapanku, ibu aku kangen ibu dan ayah” ia terus menangis dipelukan ibunya. Rudi dan Rama yang melihat mereka juga ikut menangis dan Rama berbisik kepada Rudi “Rudi, mari kita jaga kedua orang tua kita yang masih ada bersama kita, maafkan aku ya rudi” “Iya Rama, maafkan aku juga ya, sebentar lagi kita juga akan kehilangan teman baik kita Rino” jawab Rudi sambil terus sesenggukan. Akhirnya Rino berpamitan kepada Rudi dan Rama, mereka bertiga berpelukan untuk yang terakhir kalinya, lalu mereka melepas pelukan mereka bertiga, Rino dengan sifat cerianya menghela nafas panjang dan berkata “jangan khawatir teman-teman, aku pergi hanya sebentar, mungkin 3-4 hari” mereka lalu tertawa sebentar sebelum kembali sesenggukan menangis, akhirnya waktunya telah tiba dan Rino terbang bersama ibunya, sedangkan Rama dan Rudi pulang sambil bergandengan tangan. Beberapa saat setelah ia terbang, ia menoleh kekawannya “kalian adalah keluargaku dan aku tidak akan melupakan kalian, sampai ketemu lagi teman-teman” lalu ia memandang kedepan melanjutkan perjalanan dan berkata dalam hati “Terimakasih Tuhanku, engkau telah mengabulkan permohonanku dan menyatukanku kembali bersama keluargaku, akhirnya impianku terwujudkan juga”

The Writer: Supriyanto

*Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.
Kembalinya Kepompong Kecilku - cerpen (The Second Part)

Kembalinya Kepompong Kecilku - cerpen (The Second Part)

Keesokan harinya Rino terbangun setelah semalaman pingsan karena luka di kepalanya ternyata cukup parah, ia melihat Rama ada disampingnya, “Kamu sudah bangun ya” Tanya Rama sang angsa, “Rudi mana? Kemarin aku sempat dengar dia dimarah-marahi karena menaklingku, tapi sekarang dia gak apa-apa kan?” Tanya Rino, “kamu itu aneh banget, kamu sudah disakiti tapi masih aja perduli dengan Rudi!” bentak Rama karena kesal, “iya sich tapi dia kan tetap sahabat kita juga” jawab Rino, “yaudah makasih ya Rama, kamu udah ngerawat dan menungguku sampai aku bangun, kayaknya aku udah gak apa-apa” sambung Rino, “Bener nich????, yadah kalau gitu aku pulang dulu, itu di meja ada sarapan buatmu, nanti dimakan ya!” Jawab Rama, lalu Rama pulang, ditengah jalan ia berpapasan dengan Rudi, tapi ia hanya diam aja dan sambil berlalu, namun Rudi mulai menyapanya “Rama” panggil Rudi sang biawak, Rama hanya menjawab “Kenapa!!” dengan memberanikan diri Rudi berbicara bahwa dia meminta maaf kepada Rama dan mengakui kesalahannya lalu ia bermaksud ingin menemui Rino untuk meminta maaf kepadanya, sebetulnya Rama tidak mau memaafkan Rudi tapi setelah ia melihat di wajah Rudi tersirat keikhlasan untuk meminta maaf akhirnya dia bilang akan mengajak Rudi kerumah Rino sang ulat besok pagi karena hari ini Rama sang angsa harus membantu ibunya yang sedang dapat pesanan sembako yang banyak, Rudi pun setuju dengan ajakan Rama.
Keesokan paginya mereka telah siap untuk datang kerumah Rino dengan membawa buah-buahan, tibalah mereka dirumah Rino, akan tetapi betapa kagetnya mereka karena setelah memanggil dan mencari Rino disetiap sudut rumah tetap aja tidak ketemu, mereka mulai panik, gelisah, takut jika terjadi apa apa dengan Rino sang ulat, Rama pun kehilangan kesabaran dan mulai memarah-marahi Rudi sang biawak lagi, hampir aja mereka berkelahi, tiba-tiba ada suara yang melerai mereka, “Rama Rudi jangan berkelahi,, aku ada disini” Rama dan Rudi langsung berhenti dan diam sambil melihat disekeliling mereka, tapi tidak ditemui ada tanda-tanda sesosok makhluk pun,, “kamu siapa?” Tanya Rama sang angsa dengan gugup ketakutan, lalu ada seekor kupu kupu yang terbang berkeliling disekitar mereka, sambil terbang ia berkata “ini aku, Rino, aku telah berubah menjadi kupu-kupu karena kmarin malam aku menjadi kepompong” mereka tidak percaya, dulunya Rino itu seekor ulat yang kecil tapi telah berubah menjadi kupu-kupu yang gagah dan menarik dipandang mata, “akhirnya khayalanku selama ini akan segera terwujudkan, aku ingin terbang berkeliling dunia dan melihat keindahan alam” kata Rino dengan cerianya, Rudi sangat menyesal dan meminta maaf kepada Rino dan Rino pun memaafkan Rudi, tiba-tiba ada segerombolan kupu-kupu melintasi serta melihat rumah Rino dan Rino, lalu salah satu kupu–kupu itu kaget dan mulai ingat bahwa itu adalah rumahnya walau ada sedikit perubahan dari tempat itu dan ia mempunyai anak dirumah itu dulu, lalu ia pamitan kegerombolannya dan nanti akan menyusul lalu ia mendekati mereka bertiga, “maaf anak-anak, bolehkah saya bertanya kepada teman kalian ini” sambil menunjuk Rino, “Boleh bunda” jawab Rudi dan Rama serempak, kupu-kupu itu bertanya lagi “Nak, nama kamu Rino bukan?” lalu Rino menjawab “iya, dari mana bunda tahu?” “benarkah ini tempat tinggalmu?” sambung kupu-kupu itu “iya benar, darimana bunda tahu??” Rino semakin terheran-heran kenapa pertanyaannya betul semua,

Lanjutan Cerita: Kembalinya Kepompong Kecilku - cerpen (The Third Part)
Kembalinya Kepompong Kecilku - cerpen (The First Part)

Kembalinya Kepompong Kecilku - cerpen (The First Part)

Rino adalah seekor ulat kecil yang ceria, dari jendela kamarnya ia memandang ke langit sambil membayangkan bisa bepergian kesana kemari bersama keluarganya dan melihat keindahan alam yang begitu mempesona, namun siapa sangka di balik keceriaannya ia menyimpan berjuta kepedihan di hati, sampai saat ini ia tak tahu dimana keluarganya berada, ia ingin sekali melihat wajah kedua orang tuanya dan memeluk mereka, tapi ia hanya bisa pasrah dan tetap ceria menjalani kehidupan ini, dari kesibukannya berkhayal ia dikagetkan teriakan temannya dari luar rumah, “Rino,, ayo maen sepakbola” teriak Rudi sang biawak, “Iya bentar” jawab Rino sambil bergegas keluar menuju Rudi lalu mereka pun berjalan bersama dan akhirnya tiba juga di lapangan,
“Hey, kalian kok lama banget datangnya? Kita udah maen dari tadi nich, ayo  segera gabung” sahut Rama sang angsa, “tadi ada les dadakan dari sekolah” kata Rudi sambil cengar cengir, lalu Rino gabung di timnya Rama dan Rudi gabung di tim satunya, secepat kilat mereka sudah mulai bermain, mereka bermain dengan cerianya dan alangkah asyiknya permainan sepakbola Rino, memang Rino ini walau kecil tapi sangat lihai dalam memainkan si kulit bundar, baru  bermain kira – kira 15 menit Rino telah menyumbang 3 gol, Rudi pun merasa sangat kesal dan iri dengan kelihaian Rino, tiba – tiba saat Rino sedang menggiring bola ada yang menakling dari belakang dan ternyata yang menakling itu adalah Rudi, alhasil Rino jatuh tersungkur dan ia sangat kesakitan karena kepalanya berdarah, lalu Rama dan teman-teman lainnya berlari mendekati Rino untuk melihat keadaannya dan Rama marah – marah kepada Rudi karena perbuatannya itu sangat membahayakan, Rudi gak terima dimarah-marahi didepan teman-temannya “maksud kamu apa!!! Aku gak sengaja!!! kamu ngajak ribut ya!” bentak Rudi dengan posisi siap-siap berkelahi kayak jagoan kesiangan, “Mau kamu apa, kamu tahu gak taklingmu tadi sangat berbahaya, ayo kalau ngajak ribut!!” balas Rama dengan murka, mereka lalu mempersiapkan kepalan tangan masing-masing akan tetapi mereka langsung dileraikan oleh teman-temannya. Akhirnya Rama sang angsa mengalah dan ia membopong Rino dan mengantarkannya pulang kerumah Rino, Akhirnya Rama sang angsa mengalah dan ia membopong Rino dan mengantarkannya pulang kerumah Rino, Akhirnya permainannya tidak dilanjutkan dan semuanya pulang kerumah, tapi Rudi masih berdiri di lapangan, ia memikirkan kata-kata Rama sang angsa dan akhirnya ia seakan akan disambar petir karena kekesalan dan irinya itu telah menyebabkan Rino kesakitan dan takut jika terjadi apa-apa dengan Rino.

Lanjutan cerita: Kembalinya Kepompong Kecilku - cerpen (The Second Part)
STODEO - SHORT STORY IN VIDEO (youtube)

STODEO - SHORT STORY IN VIDEO (youtube)

Stodeo kepanjangan dari short story in video. Short story ini hanya berdurasi sekitar 5-10 menit Ini adalah short story yang dikemas melalui video dan ditambah efek suara yang saya download dari library youtube (efek suara gratis), dan berharap bisa mengurangi kepenatan anda dari berbagai hal namun menambah kegiatan positif seorang pembaca dan memberikan nuansa fresh.

Kini anda tinggal memilih cerita lalu klik dan nikmati setiap kisahnya.
Sedikit tambahan, saya belum tahu pasti apakah short story in video ini sudah ada dan apa namanya, tidak bermaksud meniplak, meniru, atau mendaur ulang. Metode short story in video ini hanyalah kegiatan iseng saya belaka.


Terimakasih atas perhatiannya
Stodeo – tinggal klik dan nikmati setiap kisahnya

Mohon maaf apabila masih banyak kesalahan dalam penulisan maupun ada hal yang tidak berkenan bagi para pembaca. Saya tidak bermaksud buruk kepada siapapun – karena ini hanyalah cerita pengalaman saya. Diatasnya langit masih ada langit dan saya akui masih banyak orang hebat dari saya dan salah satunya yang sedang membaca tulisan saya ini.
Musik (efek suara video) bebas cekal di Youtube

Musik (efek suara video) bebas cekal di Youtube

Saya sempat mengunggah video karya saya sendiri, namun sesaat saya mengunggah, saya mendapatkan peringatan bahwa video saya dicekal, setelah saya usut ternyata karena latar belakang musik atau lagu. setelah saya googling ternyata ada lagu yang bebas cekal dan anda bisa mendownloadnya gratis dari youtube. namun tetap hati-hati dan teliti karena ada beberapa lagu yang jika dipakai wajib menyertakan sumbernya. setelah anda mengecek sendiri pasti tahu yang saya maksud kok.
Langsung meluncur ke sana di https://www.youtube.com/audiolibrary


"Mengapa Murung, Deo (cerpen)" in youtube

Mohon maaf apabila masih banyak kesalahan dalam penulisan maupun ada hal yang tidak berkenan bagi para pembaca. Saya tidak bermaksud buruk kepada siapapun – karena ini hanyalah cerita pengalaman saya. Diatasnya langit masih ada langit dan saya akui masih banyak orang hebat dari saya dan salah satunya yang sedang membaca tulisan saya ini.
Mengapa Murung, Deo (Short Story) The Second Part

Mengapa Murung, Deo (Short Story) The Second Part

Lomba sudah dimulai dan suasana semakin tegang, mereka berdua sangat konsentrasi menjawab setiap soal dan waktu sudah selesai. 10 menit telah berlalu, saatnya dibacakan siapa pemenangnya, namun sebelum dibacakan, Deo berbisik kepada Dea, kamu mau taruhan tidak? Siapa yang kalah nanti harus pindah sekolah. Dea kaget mendengarnya. Lama sekali Dea berfikir, seakan – akan dia akan kehilangan orang yang dia kagumi dan juga ia sayangi. Dea sangat berat menjawab tapi dia paksakan menjawab ya. Aku setuju.
Tibalah dibacakan pengumuman dan para juri terlihat bingung, di bolak balik hasilnya, seakan tidak percaya. Akhirnya para juri membacakan pemenangnya adalah Dea dan Deo. Karena hasilnya sama maka pemenangnya mereka berdua. Dea merasakan merinding, matanya terlihat berkaca – kaca, ia sangat terharu
mengetahui bahwa dia menang. Tepuk tangan meriah dan mereka berdua bersama – sama menerima piala. Sebelum mereka pulang, Dea mengatakan sesuatu kepada Deo, Deo, sejak kecil kita bersama, satu kelas dan selalu berhasil bersama-sama, kamu memang terlihat judes padaku namun kukira itu hanyalah dari sikap luarmu, yang aku rasakan adalah ada sebuah rasa didalam hatimu, ketika aku diganggu teman  cowok dikelas, kamu selalu membantuku, aku juga sering dikasih tahu oleh Rara, bahwa kamu sering membicarakan aku. Deo, aku berharap kamu bisa jujur padaku. Deo gelagapan dibuarnya. Harus Deo akui memang sebenarnya sudah ada benih2 rasa dihatinya dan dia tidak bisa mengutarakan isi hatinya. Sebelum Deo menjawab, Dea mengatakan sesuatu, Deo kamu tidak perlu menjawabnya. Karena mungkin kita tidak bisa bersama lagi, karena besok aku pindah sekolah untuk ikut orang tua yang dipindah tugaskan ke luar pulau. Terimakasih Deo, selama ini kamu telah banyak mengisi hari-hariku dengan bahagia.
Dea pergi dan Deo tak bisa berkata apa-apa. Dea semakin menjauh dan menjauh, Deo hanya bisa berkata selamat tinggal cintaku.

"Mengapa Murung, Deo (cerpen)" in youtube 
The Writer: Supriyanto

*Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.
Mengapa Murung, Deo (Short Story) The First Part

Mengapa Murung, Deo (Short Story) The First Part

Deo adalah siswa kelas 2 SMA, sejak kecil dia rajin belajar agar kelak bisa jadi orang sukses. Deo jarang main dan selalu fokus dengan pelajaran. Hasilnya, dia sering memperoleh rangking pertama dikelas. Ketika memasuki SMA, dia tidak menyangka bisa satu sekolah lagi dengan Dea saingan di SD dan SMP untuk memperebutkan juara pertama di kelas. Tidak disangka lagi ternyata Deo dan Dea satu kelas. Dan tidak
disangka lagi mereka harus satu bangku. Sudah sebulan mereka saling bertengkar manja. Mereka berdua memang tidak akur sejak di SD. Wali kelas mereka yang sudah banyak pengalaman mengetahui bahwa Deo dan Dea tidak akur. Setelah melihat nilai pelajaran Deo dan Dea maka wali kelas tersebut memiliki rencana manis. Disore hari sebelum pulang sekolah, wali kelas itu menyampaikan ke Deo dan Dea, bahwa mereka akan di ikutkan di lomba sains dan yang menang akan diberikan beasiswa selama satu tahun oleh sekolah karena telah mengharumkan nama sekolah. Dan tiba saatnya untuk berlomba, Deo dan Dea mulai dari babak penyisihan dan tidak terasa sudah memasuki perempat final, setelah Deo dan Dea mengalahkan lawannya, mereka berdua berhasil masuk ke final dan harus bertanding memperebutkan juara pertama. 
Mendaftar akun email Gmail (keren)

Mendaftar akun email Gmail (keren)

Selamat malam sahabat. Saya ingin berbagi mengenai cara mendaftar akun email di GMAIL. Prosesnya sangat mudah dan cepat, tidak perlu waktu yang lama. Membahas sedikit mengenai Gmail. Gmail adalah layanan surel milik Google.[5] Pengguna dapat mengakses Gmail dalam bentuk surat web HTTPS,[6] protokol POP3 atau IMAP4.[7][8] Gmail diluncurkan dengan sistem undangan dalam bentuk Beta pada 1 April 2004[9] dan tersedia untuk publik pada 7 Februari 2007 meski masih menyandang status Beta.[10] Bersama seluruh produk Google Apps, layanan ini tidak lagi Beta pada 7 Juli 2009.[11][12] Dengan kapasitas penyimpanan awal 1 GB per pengguna, Gmail berhasil meningkatkan standar penyimpanan gratis surat web dari 2-4 MB yang ditawarkan para pesaingnya pada waktu itu.[13] Pesan pribadi, termasuk lampiran, dibatasi hingga 25 MB,[14] lebih besar daripada layanan surat web lainnya. Gmail memiliki antarmuka berorientasi pencarian dan "tampilan percakapan" yang mirip dengan forum Internet. Sejumlah pengembang web mengakui Gmail adalah layanan pertama yang memakai metode pemrograman Ajax.[15] Gmail beroperasi dengan Google GFE/2.0 di Linux.[16][17][18] Pada Juni 2012, Gmail adalah layanan surat elektronik berbasis web terbesar dengan 425 juta pengguna aktif di seluruh dunia.[2][19](sumber Wikipedia)

Mari langsung membuat akun GMAIL
Pertama, silahkan masuk ke webnya GMAIL
Setelah itu silahkan lihat dipojok kanan atas, ada tulisan MASUK dan BUAT AKUN
Silahkan memilih BUAT AKUN

GMAIL
Setelah anda mengklik BUAT AKUN, nanti akan muncul beberapa data diri yang perlu di isi.
Silahkan anda mengisinya


Setelah itu, klik NEXT STEP, nanti akan keluar edit profil dan ucapan selamat datang dari GMAIL
Sudah selesai.


Selamat anda sudah memiliki akun GMAIL, yang bisa dipergunakan untuk membuat blog dan nanti blognya bisa didaftarkan di GA (Google Adsense) dan jika diterima di GA, persiapkan diri anda untuk berburu dollar. Nikmati fasilitas dan berbagai kecanggihan fitur email GMAIL dimanapun anda berada.
Terimakasih


Mohon maaf apabila masih banyak kesalahan dalam penulisan maupun ada hal yang tidak berkenan bagi para pembaca. Saya tidak bermaksud buruk kepada siapapun. Diatasnya langit masih ada langit dan saya akui masih banyak orang hebat dari saya dan salah satunya yang sedang membaca tulisan saya ini.
Mendaftar di PopCash (Keren)

Mendaftar di PopCash (Keren)

Saya penasaran bagaimana mendapatkan dollar (lewat klik iklan) dari blog. Saya coba searching dan ketemu beberapa alternatif caranya. Seperti mendaftarkan ke GA, RevenueHits, PopCash atau PopAds. Setelah saya membaca ulasan tentang PopCash - saya jadi penasaran dan tertarik karena pesrsyaratannya sangat mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Saya juga sudah melihat beberapa blogger yang sudah membuktikannya. Jadi saya ikut nyoba,haha.
PopCash
Begini cara saya mendaftar di PopCash saat itu.
1.Masuk ke web PopCash
2.Saya mengisi data dari setiap step yang ada

3.Selesai. Mudah ya

Bagi teman-teman dan para suhu blogger yang ingin menambhakan pengalamannya saat menggunakan PopCash, silahkan menambahkan di kolom komentar dibawah ini.
Terimakasih.

Mohon maaf apabila masih banyak kesalahan dalam penulisan maupun ada hal yang tidak berkenan bagi para pembaca. Saya tidak bermaksud buruk kepada siapapun. Diatasnya langit masih ada langit dan saya akui masih banyak orang hebat dari saya dan salah satunya yang sedang membaca tulisan saya ini.
Mendaftar di PopAds (Keren)

Mendaftar di PopAds (Keren)

Saya penasaran bagaimana mendapatkan dollar (lewat klik iklan) dari blog. Saya coba searching dan ketemu beberapa alternatif caranya. Seperti mendaftarkan ke GA, RevenueHits, PopCash atau PopAds. Setelah saya membaca ulasan tentang PopAds - saya jadi penasaran dan tertarik karena pesrsyaratannya sangat mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Saya juga sudah melihat beberapa blogger yang sudah membuktikannya. Jadi saya ikut nyoba,haha.


Begini cara saya mendaftar di PopAds saat itu.

1.Masuk ke web PopAds
2.Saya mengisi data dari setiap step yang ada

3.Selesai. Mudah ya

PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

Bagi teman-teman dan para suhu blogger yang ingin menambhakan pengalamannya saat menggunakan PopAds, silahkan menambahkan di kolom komentar dibawah ini.
Terimakasih.

Mohon maaf apabila masih banyak kesalahan dalam penulisan maupun ada hal yang tidak berkenan bagi para pembaca. Saya tidak bermaksud buruk kepada siapapun. Diatasnya langit masih ada langit dan saya akui masih banyak orang hebat dari saya dan salah satunya yang sedang membaca tulisan saya ini.
BIOGRAF

BIOGRAF

This blog is inspired by the students whom I taught at SMK Gunung Kidul on 2012-2014 (now I am not a teacher anymore). I want to capture the appreciation of the students were very hungry for education. Many experiences and exciting stories while with them. Over time, this blog is a little shifted from personal notes into a story of my experience. I admit it's still less than your experience and not so interesting, but I hope there are few things that can be useful for you.
Biograf
I love the world of writing, traveling, organization, strategy of marketing, and music. I have worked as a sales in pharmaceutical companies, for the first, I got trouble but I was pushing to speed up the adjustment and adaptation of work, I am happy to do that because the impact to the best achievement. I love sales and or marketing because there is challenge to melt atmosphere, choose tricks in the right situation will produce maximum results.
If asked to choose between market share and Heart share, I will reply Heart share is more important.

CONTACT “Supriyanto – The owner this blog” on



Mohon maaf apabila masih banyak kesalahan dalam penulisan maupun ada hal yang tidak berkenan bagi para pembaca. Saya tidak bermaksud buruk kepada siapapun. Diatasnya langit masih ada langit dan saya akui masih banyak orang hebat dari saya dan salah satunya yang sedang membaca tulisan saya ini.
Mendaftar di RevenueHits (Keren)

Mendaftar di RevenueHits (Keren)

Saya penasaran bagaimana mendapatkan dollar (lewat klik iklan) dari blog. Saya coba searching dan ketemu beberapa alternatif caranya. Seperti mendaftarkan ke GA, RevenueHits, PopCash atau PopAds. Setelah saya membaca ulasan tentang RevenueHits - saya jadi penasaran dan tertarik karena pesrsyaratannya sangat mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Saya juga sudah melihat beberapa blogger yang sudah membuktikannya. Jadi saya ikut nyoba,haha.

Begini cara saya mendaftar di RevenueHits saat itu.

1.Masuk ke web RevenueHits
2.Keluar Gambar dibawah ini, saya lalu klik yang ada tanda panahnya
3.Saya mengisi data dari setiap step yang ada


4.Selesai. Mudah ya

Bagi teman-teman dan para suhu blogger yang ingin menambhakan pengalamannya saat menggunakan RevenueHits, silahkan menambahkan di kolom komentar dibawah ini.

Terimakasih.

Mohon maaf apabila masih banyak kesalahan dalam penulisan maupun ada hal yang tidak berkenan bagi para pembaca. Saya tidak bermaksud buruk kepada siapapun. Diatasnya langit masih ada langit dan saya akui masih banyak orang hebat dari saya dan salah satunya yang sedang membaca tulisan saya ini.
Terus Melangkah (Keep on Walking – Short Story) The Third Part

Terus Melangkah (Keep on Walking – Short Story) The Third Part

Laura, Sindi, dan Tika pulang kerumah masing-masing dan Ramsi berjalan menuju perempatan lampu merah dekat taman.

6.INT. RUMAH PAMAN – KAMAR RAMSI – MALAM
Ramsi kebingungan mencari buku kesayangannya, kamarnya telah berganti menjadi kapal pecah dan dengan lesu ia merapikannya kembali. Setelah itu ia duduk disamping jendela dan mengingat tadi pagi.
Ramsi    : “Wah pasti tadi dibawa Laura, yaudahlah tidur aja”

Setiap hari Ramsi rutin beribadah dan berdoa serta tak pernah patah semangat mengais rejeki di perempatan jalan, dengan lagu kesukaannya – bahkan ia sempatkan menyanyikan lagunya sendiri.

4 bulan kemudian

7.EXT. HALAMAN RUMAH PAMAN – SORE
Ramsi kaget dengan apa yang terjadi sore itu, dan sore itu adalah hari dimana terkabulnya semua doa dan terjadinya perputaran perekonomian Ramsi.
Guide        : “Permisi, mohon maaf apakah ini rumahnya Ramsi?”
Ramsi        : “Ini rumah paman saya, tapi saya Ramsi. Ada apa ya?
MR.Bram    : “Is he Ramsi?”
Guide        : “Yes. He is Ramsi, sir”
Ramsi        : “Mari silahkan duduk dulu, saya buatkan teh”
Guide        : “Oh tidak usah repot-repot”

Mereka duduk diteras rumah, lalu pamannya Ramsi datang.

Paman        : “Ramsi, mereka siapa?
Ramsi        : “Paman ikut duduk sini, aku juga gak tahu paman”
Paman ikut duduk dan ikut ngobrol
Mr.Bram    : “Actually, I always search someone who has this book”
Paman dan Ramsi melongo, gak tahu apa yang barusan disampaikan
Guide        : “Ehem, begini paman dan Ramsi, perkenalkan saya Guidenya Mr Bram, dan ini Mr. Bram dari luar negeri, kami kesini bermaksud menyampaikan kabar bahagia. Tadi Mr.Bram bilang bahwa dia selalu mencari orang yang memiliki buku ini” (sambil menunjukkan buku)
Ramsi        : “Loh ini kan buku saya pak”
Mr.Bram    : “Two months ago, When I was in the park, I saw a book, I opened and I interested its contents, so I brought that book. When I returned to my country I added poetry to my book, and I did not think there are many people that love it and I get lots of compliments, it is especially about that poetry. I told myself that the income is influenced by your poetry, so I intend to give 50 percent of the income from the book to you and want to take you to my country to deepen the art of poetry”
Paman dan Ramsi celingukan lagi, gak tahu lagi apa yang dia bilang
Guide        : “Begini, beliau berkata 2 bulan lalu ketika dia di taman, dia melihat buku, dia tertarik dengan isinya dan dibawa buku itu. Ketika kembali ke negerinya dia menuliskan puisi tadi di buku karangannya dan ternyata mendapatkan banyak pujian terutama puisi tadi Dia bermaksud memberikan beberapa persen penghasilan dari buku tersebut dan ingin mengajakmu ke negaranya untuk memperdalam seni puisi”
Mr.Bram    : “Yes, that is right”
Ramsi        : “Paman, ini mimpi ya paman?”
Paman        : “Sebentar, darimana anda tahu kalau itu bukunya Ramsi?”
Guide        : “He asks, how do you know that the book is Ramsi’s?” (Tanya guide ke Mr.Bram)
Mr.Bram    : “I saw a photograph tucked in the book and on the back there is the name and address. After I found the address, they had not lived anymore. After that I went back to my country, but there is a feeling of guilt if I did not give the rights of other that I take. So I searched again until I find and end up here”
Guide        : “Katanya, ada foto dibuku itu dan ada alamatnya, setelah dicari ternyata sudah tidak tinggal disana dan ada rasa bersalah karena tidak memberikan hak Ramsi atas puisinya dan akhinya Mr.Bram mencari – menelusuri sampai akhirnya ketemu disini”

Setelah Ramsi berfikir seribu kali, akhirnya Ramsi menolak ikut Mr.Bram dan sebulan sekali Ramsi mengirimkan puisinya ke Mr.Bram dan sebulan sekali Ramsi memperoleh kompensasi atas puisinya.

Kini Ramsi mampu memperbaiki rumah pamannya dan memiliki usaha warung kecil-kecilan dengan hiburan nyanyian teman-temannya yang dahulu sama-sama mengais diperempatan jalan. 4 tahun kemudian, Ramsi mempersuntuing Laura dan kini mereka hidup bahagia.


The Writer: Supriyanto

*Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.
Menembus Batas (cerpen) The Second Part

Menembus Batas (cerpen) The Second Part

Pagi pun tiba, Ita kembali beraktivitas seperti biasa, kekantor dan bekerja. Disela kerjanya, atasannya memanggil “Ita.. tolong ke ruangan saya sebentar” lalu jawab Ita “Iya bu”. Atasannya menyampaikan sebuah kabar “Bulan Februari besok, kamu akan dipindahkan ke kantor cabang dan akan menempati posisi sebagai asisten manager, selamat ya Ita” “Terimakasih banyak bu, sungguh ini kabar yang luar biasa dan tak terfikirkan oleh saya bahwa saya akan diberi kesempatan sebagai asisten manager, saya akan bekerja lebih giat dan lebih cerdas lagi bu” jawab Ita penuh semangat dan kegembiraan.
            Waktu yang dinanti akhirnya tiba, Ita sudah berada dikantor cabang yang baru, manager Ita sangat baik dan profesional, ia memperkenalkan Ita dengan rekan kerja yang lain, tidak perlu waktu lama bagi Ita untuk akrab dengan mereka, bahkan ada yang melirik – lirik Ita karena jatuh hati pada Ita. Sudah 2 minggu Ita bekerja di kantor cabang baru, kota baru, kontrakan baru. Teman-teman Ita berinisiatif liburan ke pantai tanggal 16 hari minggu.
Liburan pun tiba, Ita dan teman-temannya bersuka ria di pantai, canda tawa, main air, selfie bareng, humor bareng, telah melepas penat beban kerja dan masalah yang lain, dan tinggal rasa lapar yang belum diselesaikan. Setelah beres-beres, mereka mampir dulu kewarung. Sambil menunggu pesanan datang, Ita melihat-lihat pemandangan indah warung tersebut, dan ia teringat kembali dengan mantan kekasihnya, yang memiliki impian mendirikan usaha warung kecil-kecilan, sesaat, Ita merasa heran dan bertanya-tanya tentang sebuah foto yang terpasang di dinding warung tersebut, Ita bertanya kepada karyawan yang mengantarkan pesanan, “maaf, itu foto siapa ya?, “maaf mbak, saya kurang tahu, saya baru tadi pagi kerja disini” jawab karyawan tersebut. Makanan sudah datang dan tidak lama makanan telah tersantap habis, Ita yang membayar ke kasir, saat Ita selesai membayar dan akan balik badan menyusul teman-temannya, karyawan tadi bilang, “mbak, tadi tanya foto itu ya?
Tadi saya tanya teman saya, yang di foto itu pemilik warung ini, nah itu dia!” Ita segera menengok dan pecahlah seluruh kenangan yang coba dilupakan oleh Ita, Ita sangat yakin bahwa dia adalah mantan kekasihnya, Ita menyelesaikan pembayaran lalu berjalan pelan sambil menikmati pemandangan luar biasa, karena orang yang disayanginya ada didekatnya, Ita berjalan pelan, tanpa sadar air mata Ita menetes, Ita tak menghiraukan panggilan teman-temannya, Ita terus mendekat dan mendekat, Ita hampir dekat dan ia telah dibelakang mantan kekasihnya yang sedang sibuk menata properti di dalam mobilnya. “mas… ini aku, Ita, masih ingat aku? Tanya Ita sambil sesenggukkan, “Hei Ita, kamu ternyata, gimana kabarmu?” Ita tak mampu menjawab dan air mata terus berlinang, dihatinya hanya ingin memeluk erat padanya, “Ita, kenapa kamu menangis?” tanya mantan kekasihnya, Ita berfikir keras, haruskah ia mengutarakan isi hatinya - berkata aku rindu padamu, akhirnya dia mantapkan hatinya untuk berkata “mas….aku…ri…” belum sempat selesai bicara, dari kejauhan ada cewek yang sedang hamil memanggil mantan kekasihnya dan mendekat. “mas.. udah datang dari tadi ya? Tanya cewek itu dengan manjanya. Mantan kekasihnya menjawab mesra “udah sayang, kamu dan dedek bayi baik-baik saja kan?” disambungnya lagi “Ita, kenalin ini istriku” mendengar hal itu, rasanya bagai petir menyambar tubuh Ita, hatinya remuk remuk sangat remuk, air mata semakin deras mengalir namun Ita tak sanggup bicara apa – apa, tubuh terasa tak berdaya, jantung seakan berhenti berdetak, mata mulai berkunang – kunang dan Ita pun pingsan. Ita jatuh dan kepalanya terbentur keras dengan lantai. Semua jadi panik, dengan segera Ita dibawa kerumah sakit terdekat. Beberapa menit kemudian dokter yang memeriksa Ita memberikan keterangan bahwa kepala Ita mengalami beberapa kali benturan dan mengakibatkan cedera otak cukup serius. Teman – teman Ita, mantan kekasih Ita dan istrinya menunggunya, lambat laun Ita mulai membuka mata dan melihat teman – temannya serta disampingnya ada mantan kekasihnya, sambil terbata – bata Ita menyampaikan sesuatu kepada mantan kekasihnya, “mas.. aku ingin berkata jujur, sesungguhnya aku masih sayang padamu, 4 tahun kita lalui suka duka bersama, aku tak ingin kita berpisah, aku sangat menyayangimu, aku selalu menangis sejak perpisahan kita dulu, dimanapun dan kapanpun aku selalu teringat padamu, aku mencoba tegar namun aku tak bisa, hari – hari kulalui dengan sangat berat, aku tak punya semangat hidup, yang ada di fikiranku hanya kamu, mbak, maafkan aku telah berkata seperti ini pada suamimu, mas.. aku.. ri..” belum sempat ia melanjutkan, Ita sudah menghembuskan nafas terakhirnya.

THE END

The Writer: Supriyanto

*Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.
Aku Terlambat (cerpen) The Second Part

Aku Terlambat (cerpen) The Second Part

Ira        : jangan jangan kamu tahu tadi aku ngelamunin apa
Lucky  : hahaha hayo ngelamunin apa?? Yang enak enak ya?? Ha ha ha
Ira        : apaan sih, kamu pesan makan sana, kasian cacing dalam perut kamu tuh
Lucky  : iya ini juga mau pesan, mboooook gado gado sama es teh panas yaaaaa (kenceng banget suaranya)
Ira        : heh kamu tuh rese ya!!! Suaranya kenceng banget, mana deket telingaku lagi,, sialan..
Lucky  : hahaha, maaf, habisnya dari tadi kamu melamun terus kok.
Simbok : maaf mas, adanya jeruk panas dingin, mau? (teriak simbok)
Lucky  : hahaha simbok gokil juga deh, es teh aja mbok.
  Ohya kamu tadi belum jawab pertanyaanku, kamu beneran lagi mikirin Anto?
Ira        : kamu kok kepo banget sih?
Lucky  : eeee yaudah kalau gak mau bahas Anto, padahal aku mau bantuin kamu
Ira        : eh nanti aku traktir yeaaahhhh
Lucky  : huuuuu kalau ada maunya jadi manis gitu,, oke gapapa, mumpung lagi bokek juga,hehe, sini aku bisikin caranya biar kamu bisa mengambil hatinya Anto
Ira        : jangan becanda dong, tinggal bilang aja
Lucky  : mau gak?
Lucky membisikkan caranya kepada Ira agar Anto bisa suka dengannya
Ira        : ide yang cemerlang. (ekspresi penuh kebahagiaan)
Simbok : ini mas, gado gado sama es teh panasnya.
Lucky  : makasih ya mbok,, tumben hari ini anggun banget, hehe
Simbok : ealah mas bisa aja hehe
Hari berganti menjadi bulan dan sudah 4 bulan Ira mempraktekkan cara dari Lucky tadi dan kini Anto jarang dekat dengan Nining dan lebih dekat dengan Ira
Waktu terus berlalu dan tak terasa hampir selesai masa kepengurusan Anto, hingga akhirnya dipilih kembali kandidat calon ketua yang baru, dan pemilihan ketua yang baru pun berjalan seperti yang dulu, dan akhirnya selesai juga acara pemilihan ketua yang baru dan sebelum acara dibubarkan, Anto memberikan pidato terakhir sebagai ketua
Anto    : teman temanku semua, hari ini adalah akhir masa periode saya sebagai ketua, dan ini adalah pidato saya yang terakhir sebagai ketua. Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada rekan rekan semua yang telah banyak berkontribusi kepada UKM kita dan telah banyak membantu saya dalam mengemban tugas sebagai ketua, saya tidak akan bisa melaksanakan semua kegiatan tanpa bantuan teman teman, disini banyak cerita yang terukir dan sejarah yang tidak akan terlupakan, kita pernah berseru tegang tentang kegiatan namun kita bisa berdamai lagi demi keutuhan persaudaraan dan UKM kita, kita telah banyak mengalami suka dan duka, semoga UKM tercinta kita terus Berjaya dan saya yakin penerus penerus yang baru lebih baik dari saya, sebelum saya akhiri, saya tidak ingin menyia nyiakan kesempatan ini, karena saya bertekad bulat untuk mencetak sejarah kenekatan saya.
Teman – teman yang lain pada bingung,, “loh mau ngapain pak ketua tuh?” Anto mengambil gitar dan siap dimainkannya.
Anto    : teman temanku, saya mohon maaf atas kenekatanku ini, kita baru saja menyelesaikan acara yang menegangkan ini, untuk itu ijinkan saya menyanyikan sebuah lagu yang saya tujukan kepada seseorang yang ada disini.
Mereka agak kaget tapi suasana menjadi santai dan gembira,, Anto mulai menggenjrengkan gitarnya,,
Anto    “lewat nadaaaa ini.. akan kunyatakan rasa… sayangku padamuuu”
Teman teman yang lain ikut bernyanyi sambil melambaikan tangan ke kanan ke kiri, dan akhirnya lagunya selesai juga.
Anto    : lagu tadi saya persembahkan untuk…
Semua menunggu lanjutannya, apalagi Ira yang sudah siap siap sedikit histeris
Ira        : pasti aku pasti aku…
Anto    : lagu tadi untuk… Nining
Teman teman kompak… “ciiiiiieeeeeeeeeeeeeeee…… ada yang ditembak tuhhhh” Ira hanya bisa diam sambil menahan kesal, sakit hati, tidak percaya, disisi lain, Nining hanya diam sambil sedikit meneteskan air mata.
Acara selesai dan sebelum pulang, Nining minta waktu untuk berbicara dengan Anto, dan Ira memperhatikan dari jauh sambil cemberut
Nining : maaf Anto, aku tidak menyangka kamu senekat tadi
Anto    : Maafkan aku Ning jika kamu tidak suka, itu aku lakukan karena…..
Perkataan Anto terpotong karena Ira sudah didekat mereka
Ira        : Anto kamu tadi tidak salah mempersembahkan lagu itu kepada Nining? (nada emosi)
Anto    : Ira kita memang akhir akhir ini dekat, tapi aku hanya menganggapmu sebagai adik, tak lebih dari itu dan akupun juga tak pernah menyatakan cinta padamu, dan jujur aku sangat mencintai Nining, aku sudah jatuh hati padanya sejak lama, namun aku tak berani menyatakannya dan berusaha melupakannya karena aku ini tidak punya apa apa, namun semakin lama aku menjauhi dia, aku semakin rindu untuk lebih dekat padanya, hingga tak bisa kutahan lagi perasaan ini, dan akhirnya aku nekat seperti tadi.
Mendengar penjelasan Anto, Ira ingin menangis namun ia tahan sekuat kuatnya
Ira      : okeyyy… okeyyyy aku ngalah,, aku terima ini, aku sadar kalau cinta itu tak bisa dipaksakan, apalagi saat kita bersama, yang kamu bahas hanya Niniiiiiing terus (ia berkata sambil berusaha terlihat tegar, padahal hatinya ambyar)
Anto    : terimakasih atas kedewasaanmu, aku tahu kamu adalah orang yang bijaksana
Nining : tapi aku…
Anto    : kenapa Ning?
Nining : tapi aku juga harus jujur padamu
Anto    : iya Nining, katakan (tidak sabar untuk mendengarkan)
Nining : aku sangat suka padamu, tapi aku mohon maaf, aku tak bisa menjadi kekasihmu
Anto    : Loh kenapa ?
Nining : aku telah dijodohkan oleh orang tuaku
Anto    : kagak mungkin, jaman sekarang masih ada saja perjodohan, aku akan bilang ke orang tuamu kalau aku sangat serius padamu
Nining : maaf, tidak perlu, 2 hari yang lalu aku sudah bilang ke orang tuaku kalau aku menerima perjodohan itu, sudah lama aku menantikanmu dan aku selalu menolak dijodohkan dan orang tuaku juga selalu sabar dengan jawabanku tapi aku tak ingin menyakiti orang tuaku, dan akhirnya aku menerima perjodohan itu. Aku tahu kamu orang yang bijaksana dan dewasa, aku yakin kamu bisa menerima ini.
Anto    : tidak mungkin… (sambil menyesali diri yang sedalam dalamnya)
Anto mengambil nafas yang panjang dan ia menerima semua ini
Anto    : baiklah, tidak apa – apa. Semoga hubungan kalian nanti langgeng untuk selamanya.

The end

The Writer: Supriyanto

*Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.
Terus Melangkah (Keep on Walking – Short Story) The Second Part

Terus Melangkah (Keep on Walking – Short Story) The Second Part

Tika dan Sindi menjawab serentak “Ooooookeeeeee bosssss”
Pingsut dimenangkan oleh Tika dan akhirnya mereka jalan-jalan ke mall.

4.EXT. DEPAN MALL – SEKITAR JAM 5 SORE
Setelah asyik mengelilingi seisi mall, Tika, Laura dan Sindi beranjak keluar dari mall, ketika mereka sampai di depan mall, mereka melihat Ramsi yang sedang duduk dibawah pohon depan mall. Mereka pun menghampiri Ramsi.

Tika, Laura, dan Sindi (bergaya detektif berjalan pelan menuju belakang Ramsi)

Laura mengagetkan Ramsi “Wooooeeeeeyyyyyyy”
Ramsi (kaget dan bersiap memukulkan gitarnya) “Eh kamu Laura, untung aja aku gak jadi mukul,hehe maaf ya”
Laura (sok keren, padahal takut saat akan dipukul tadi) “Wah loe itu, gitu aja mau mukul, besok-besok gak ngagetin lagi deh. Ohya, udah punya lagu baru belum?
Ramsi (sedikit malu dan bergetar ketika menjawab pertanyaan Laura) “Belum Laura, nanti aku kabarin kalau udah ada”
Laura   : “Oke, gue pulang dulu ya”

Laura, Tika, dan Sindi melanjutkan pulang.

Tika     : “Loe kenal dia? (tanya pada Laura)
Laura   : “Ya kenal lah, namanya Ramsi - dia itu temanku waktu SD, tapi kasihan, orang tuanya tiada ketika ia masih kecil, dan dia diasuh oleh pamannya yang kerjanya serabutan, dan yang lebih kasihan lagi, ia tidak bisa lanjut sekolah”
Tika dan Sindi serentak berkata: “Waaaaahhhhh kasihan banget”
Laura   : “Dan perlu kalian tahu ya, dia itu cerdas, waktu SD – ia selalu ranking pertama dan pernah juara pertama lomba puisi dan cipta lagu”
Tika dan Sindi terkagum serentak : “waaaaaaaaahhhhhhhh kerennnnnnnnn”
Sindi    : “Oya, tadi loe minta lagu baru dari dia buat apa?”
Tika   : “Kalau tebakan gue gak salah, pasti loe mau ngirim lagunya ke prosedur rekaman  atau di upload ke youtube kan?”
Sindi    : “Produser kaleeeee, wah parah nih anak”
Tika     : “Hahahaha”
Laura   : “Hahahaha, That’s right friends, aku kasihan banget sama dia, paling tidak bisa sedikit membantunya”

5.EXT. HARI MINGGU - TAMAN – SEKITAR JAM 9 PAGI
Laura dan Ramsi ketemu di taman dan Ramsi bermaksud untuk memperkenalkan lagu barunya.
Ramsi  : “Laura, lagu ini cocoknya yang nyanyi tu cewek”
Laura   : “Ciyus?”
Ramsi  : “Apa itu ciyus?”
Laura   : “Hahaha udah lupain aja, terus yang nyanyi siapa?”
Ramsi  : “Kamu, siapa lagi?”
Laura   : “Haaaaaah (kaget) kok aku?”
Ramsi  : “Coba dulu aja ya, nanti aku yang main gitar dan kamu yang nyanyi”

Sekali dua kali tiga kali empat kali lima kali, Laura belum bisa pas dengan nadanya, namun mereka berdua terus mencoba, mencoba dan mencoba.

Sejam kemudian, mereka berhasil memadukan alunan gitar dan suara Laura. Tiba-tiba Tika dan Sindi datang.

Tika dan Sindi serentak berkata :”Cieeeeeeee”
Laura   : “Weeehhh kenapa kalian tiba-tiba datang terus cieeeeeee. Kebetulan kalian datang, minta tolong rekamin kami donk. Kita punya lagu baru lho (dengan bangga berkata seperti itu)”
Ramsi  : “Kapan-kapan aja Laura”
Tika     : “Jangan bilang karna kamu berpakaian seperti itu ya!!” (bentak Tika)
Sindi    : “Husssss Loe ini ngomong apan sih Tik!!!!!!!” (tegur Sindi)
Laura   : “Heh heh heh… kok pada rebut, ngomongnya diatur dikit Tik, ini temanku juga”
Tika     : “Sori.. sori”
Ramsi  : “Memang bener kata mbaknya”
Tika     : “Jangan panggil mbak, pangil aja Tika” (sambil mengulurkan tangannya ke Ramsi)
Laura   : “Nah gitu donk, Sindi juga ayo” (perintah Laura)

Mereka akhirnya telah meleburkan suasana kaku dan telah menjadi empat sekawan yang hangat dan akrab tanpa pandang bulu.

Tika dan Sindi telah merekam Laura dan Ramsi.

Laura   : “Ramsi, kita pulang dulu ya, kapan-kapan ketemu lagi”
Ramsi  : “Hati-hati semuanya”

Laura, Sindi, dan Tika pulang kerumah masing-masing dan Ramsi berjalan menuju perempatan lampu merah dekat taman.
Terus Melangkah (Keep on Walking – Short Story) The First Part

Terus Melangkah (Keep on Walking – Short Story) The First Part

1.EXT. JALAN RAYA – LAMPU LALU LINTAS – SIANG
Ramsi, 17 tahun, dengan ceria melantunkan lagu pop dari gitar usang miliknya ketika mendatangi setiap mobil yang sedang berhenti menanti lampu lalu lintas berganti dari merah ke hijau.

Kegiatan Ramsi sejak umur 10 tahun adalah mengamen, ia tak peduli dengan musim kemarau yang terkadang begitu panas atau musim hujan yang membuatnya menggigil. Ia lakukan kegiatan itu dengan ceria dan tak pernah lelah.

2.INT. RUMAH PAMAN – TERAS - MALAM
Paman, 38 tahun, ia mengajak Ramsi untuk mengobrol didepan rumahnya.

Paman    : “Ramsi, sebenarnya paman tidak tega melihatmu seperti ini terus, dahulu paman ingin membiayaimu melanjutkan sekolah, namun paman sudah tidak punya apa – apa lagi dan saudara – saudara orang tuamu juga tidak peduli dengan nasibmu”
Ramsi    : “Ramsi tahu yang paman rasakan, sejak kecil sampai sekarang – paman berjuang merawatku dan membesarkanku, aku tidak tahu harus membalas dengan cara apa paman”
Paman    : ”Coba kamu lihat bintang diatas sana. Pernahkah kamu berfikir mengapa kita bisa melihat bintang yang begitu jauhnya?”
Ramsi    : “Tidak paman. Kenapa?”
Paman    : “Kita telah diberikan anugrah yang luar biasa oleh Tuhan, sehingga kita bisa melihatnya, andaikan ada 100 senter – belum tentu bisa tembus ke bintang itu”
Ramsi    : “Benar sekali paman, kita telah diberikan banyak anugrah dan Ramsi tak ingin menyia – nyiakan hidup Ramsi dengan hal yang tidak berguna”
Paman    : “Bagus Ramsi, paman senang kamu tahu maksud paman”

3.INT. RUMAH TIKA – SIANG
Tika, Laura, dan Sindi adalah teman sekelas, mereka sedang membahas tugas dari guru musik.
Tika    : “Guys, ini tugasnya diapain?”
Sindi    : “Loe tempelin di pagar rumah loe”
Laura    : “Hahaha, wah loe rese juga sin, eloe juga kurang tepat tanya nya Tik, hahaha”

Kalau mereka berkumpul, ada saja yang menjadi bahan tertawaan, suka duka mereka lalui bersama.

Tika    : “Hahaha….. Sotoy loe Sin, oya guys, ini kan yang ngumpulin masih 2 hari lagi, sekarang kita jalan-jalan aja yuk?”
Sindi    : “Wah kagak ah, tugas kita banyak nih”
Tika    : “Ayolaaaah,,,,,” (merengek manja)
Laura    : “Sebenarnya gue juga lagi boring nih, butuh refresing, gini aja, kalian berdua pingsut 3 kali, siapa yang menang 2 kali – nanti yang nentuin mau kemana”

Tika dan Sindi menjawab serentak “Ooooookeeeeee bosssss”
Pingsut dimenangkan oleh Tika dan akhirnya mereka jalan-jalan ke mall.