Showing posts with label sekedarnya. Show all posts
Showing posts with label sekedarnya. Show all posts
Pariwisata Pantai di Gunung Kidul Indonesia

Pariwisata Pantai di Gunung Kidul Indonesia

Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan laut selatan, Kabupaten Gunungkidul mempunyai obyek wisata pantai handal yang melimpah. Berikut adalah daftar obyek wisata di Gunungkidul yang menghamparkan keindahan tiada tara :
Pantai Banyunibo : Purwodadi, Tepus
Pantai Baron : Kemadang, Tanjungsari
Pantai Busung : Purwodadi, Tepus
Pantai Butuh : Karambilsawit, Saptosari
Pantai Drini : Banjarejo, Tanjungsari
Pantai Gesing : Girikarto, Panggang







Pantai Grigak : Giriwungu, Panggang
Pantai Jagang Kulon : Purwodadi, Tepus
Pantai Jogan Wetan : Purwodadi, Tepus
Pantai Karangtelu : Girikarto, Panggang
Pantai Kelosirat : Purwodadi, Tepus
Pantai Kesirat : Girikarto, Panggang
Pantai Klampok : Girijati, Purwosari
Pantai Klumpit : Purwodadi, Tepus
Pantai Krakal : Ngestirejo, Tanjungsari
Pantai Krokoh : Songbanyu, Girisubo
Pantai Kukup : Kemadang, Tanjungsari
Pantai Lambor : Purwodadi, Tepus
Pantai Langkap : Karambilsawit, Saptosari
Pantai Muncar : Purwodadi, Tepus
Pantai Nampu : Giriwungu, Panggang
Pantai Ngandong : Sidoharjo, Tepus
Pantai Ngetun : Purwodadi, Tepus
Pantai Ngobaran : Kanigoro, Saptosari
Pantai Ngondo : Purwodadi, Tepus
Pantai Ngrenehan : Kanigoro, Saptosari
Pantai Nguluran : Purwodadi, Tepus
Pantai Ngungap : Purwodadi, Tepus
Pantai Ngunggah : Giriwungu, Panggang
Pantai Nguyahan : Kanigoro, Saptosari
Pantai Pakundon : Purwodadi, Tepus
Pantai Parangedong : Girijati, Purwosari
Pantai Parangracuk : Kemadang, Tanjungsari
Pantai Sadeng : Pucung, Girisubo
Pantai Sawahan : Purwodadi, Tepus
Pantai Sepanjang : Kemadang, Tanjungsari
Pantai Siung : Purwodadi, Tepus
Pantai Slili : Sidoharjo, Tepus
Pantai Songlibeg : Purwodadi, Tepus
Pantai Sundak : Sidoharjo, Tepus
Pantai Timang : Purwodadi, Tepus
Pantai Torohudan : Kanigoro, Saptosari
Pantai Watugupit : Giricahyo , Purwosari
Pantai Watutogok : Purwodadi, Tepus
Pantai Wediombo : Jepitu, Girisubo
Pantai Weru : Purwodadi, Tepus
Poetry - Poem - Diary of Togetherness

Poetry - Poem - Diary of Togetherness

Selamat pagi sobat semuanya. Ternyata sudah pagi lagi ya karena banyaknya aktivitas sehingga tak terasa waktu terus berlalu.
Btw saya sangat senang dengan sebuah blog, karena bisa digunakan untuk menyampaikan ide-ide kreatif dan tulisan2 yang lain serta ada juga yang dipergunakan untuk berbisnis online
Di post ini saya sedikit membuat barisan kata-kata (poetry) dan semoga sobat semuanya terhibur dan bisa diambil makna dari tiap poetry dibawah ini.....hhh
Enjoy it.


(1) Maafkan aku, waktu (by the writer)

Dari hari ke hari
Waktu silih berganti
Daun gugur bersemi kembali
Matahari terbenam dan terbit lagi

                         Dulu,, saat masih kanak-kanak
                         Bercanda bersama ayah, ibu dan kakak
                         Penuh canda tertawa terbahak – bahak
                         Bagai air yang selalu beriak

Kini,, usia semakin bertambah
Harus menjaga sebuah amanah
Tapi bisakah...
Bisakah semua berjalan tanpa rasa gundah

                        Jika saja dulu tidak berfoya – foya
                        Jika saja dulu mendahulukan cita-cita
                        Mungkin sekarang sudah bisa
                        Bisa membuktikan amanah dari orang tua


(2) I.M.U (by the writer)
Ahahahaha.....
Indah, lucu, manis, bahagianya
Saat kita berdua
Melalui hari-hari bersama

                                 Rasa ini selalu bersemi
                                 Dihatiku – kamu selalu ada
                                 Rasa ini selalu bersemi
                                 Dihatiku – Selamanya

Jangan pernah katakan perpisahan
Telinga ini tak ingin mendengarkan
Buang jauh-jauh kekosongan
Bangun lagi sebuah harapan

                                Harapan selalu bersama
                                Hingga kulit menua
                                Hingga tiba saatnya
                                Saat jiwa terlepas dari raga


(3) Solidaritas Kawan (by the writer)

Kalian adalah raja dan ratu
Berperangai tampan, cantik dan lucu
Mau apa?? Tinggal tunjuk ini itu
Betapa bahagianya dirimu

                                  Tapi sayang,
                                  Hidup bermewahan
                                  Tingkah kalian tak sedap dipandang
                                  Dari kasta rendah di tinggalkan

Tapi sayang,
Pilih pilah persahabatan
Tingkah kalian tak sedap dipandang
Teman apa adanya di lupakan

                                 Janganlah begitu
                                 Jangan melihat dari raga
                                Buang jauh hal itu
                               Carilah yang baik hatinya
Kembalinya Kepompong Kecilku - cerpen (The Third Part)

Kembalinya Kepompong Kecilku - cerpen (The Third Part)

lalu kupu-kupu itu mulai meneteskan air mata dan tersedu-sedu berkata “anakku” Rino merasakan ada goncangan maha dasyat antara percaya dan tidak percaya dengan perkataan tadi, “apakah saya bermimpi, dari mana bunda tahu aku ini anakmu?” Tanya Rino dengan rasa kaget dan ingin mencari kepastian, lalu kupu-kupu itu menjawab, “aku ingat dulu kala ini adalah rumahku, aku ikut pergi dengan ayahmu karena dulu disini ada penebangan liar yang dilakukan oleh manusia yang tidak bertanggungjawab tapi aku tak bisa membawamu karena aku dan ayahmu sama-sama terluka parah dan aku sempat menyembunyikanmu diruang rahasia, kami ingin kembali kesini tetapi kami butuh waktu yang tidak sedikit untuk menyembuhkan luka kami, namun aku ingat jika benar kamu anakku, kamu punya tanda bekas luka di punggungmu” lalu Rama dan Rudi melihat dari balik punggung Rino dan ternyata benar ada tanda bekas luka, Rino meneteskan air mata karena tak mampu menahan kerinduannya yang selama ini ia pendam, dengan insting seorang anak dan penjelasan yang dituturkan kupu-kupu tadi akhirnya ia percaya dan memutuskan untuk ikut bergabung dengan orang tuanya “Nak, ayo segera kita menyusul ayahmu dan kedua adikmu, mereka pasti akan sangat bahagia, kami juga sangat merindukan kamu, tiap hari ayahmu cemas dengan keadaanmu nak” tanpa banyak kata Rino langsung menghampiri kupu-kupu itu yang tak lain adalah ibunya, ia memeluk sambil menangis sesenggukan kayak anak kecil yang kangen kepada ibunya, “ibu aku kangen ama ibu, tiap hari aku selalu berdo’a agar kita bisa bertemu dan hidup bersama, akhirnya Tuhan telah mengabulkan doaku selama ini, Tuhan telah mempertemukan kita, kini aku tidak perlu lagi berkhayal sambil menatap langit, karena kini ibu ada dan nyata dihadapanku, ibu aku kangen ibu dan ayah” ia terus menangis dipelukan ibunya. Rudi dan Rama yang melihat mereka juga ikut menangis dan Rama berbisik kepada Rudi “Rudi, mari kita jaga kedua orang tua kita yang masih ada bersama kita, maafkan aku ya rudi” “Iya Rama, maafkan aku juga ya, sebentar lagi kita juga akan kehilangan teman baik kita Rino” jawab Rudi sambil terus sesenggukan. Akhirnya Rino berpamitan kepada Rudi dan Rama, mereka bertiga berpelukan untuk yang terakhir kalinya, lalu mereka melepas pelukan mereka bertiga, Rino dengan sifat cerianya menghela nafas panjang dan berkata “jangan khawatir teman-teman, aku pergi hanya sebentar, mungkin 3-4 hari” mereka lalu tertawa sebentar sebelum kembali sesenggukan menangis, akhirnya waktunya telah tiba dan Rino terbang bersama ibunya, sedangkan Rama dan Rudi pulang sambil bergandengan tangan. Beberapa saat setelah ia terbang, ia menoleh kekawannya “kalian adalah keluargaku dan aku tidak akan melupakan kalian, sampai ketemu lagi teman-teman” lalu ia memandang kedepan melanjutkan perjalanan dan berkata dalam hati “Terimakasih Tuhanku, engkau telah mengabulkan permohonanku dan menyatukanku kembali bersama keluargaku, akhirnya impianku terwujudkan juga”

The Writer: Supriyanto

*Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.
Kembalinya Kepompong Kecilku - cerpen (The Second Part)

Kembalinya Kepompong Kecilku - cerpen (The Second Part)

Keesokan harinya Rino terbangun setelah semalaman pingsan karena luka di kepalanya ternyata cukup parah, ia melihat Rama ada disampingnya, “Kamu sudah bangun ya” Tanya Rama sang angsa, “Rudi mana? Kemarin aku sempat dengar dia dimarah-marahi karena menaklingku, tapi sekarang dia gak apa-apa kan?” Tanya Rino, “kamu itu aneh banget, kamu sudah disakiti tapi masih aja perduli dengan Rudi!” bentak Rama karena kesal, “iya sich tapi dia kan tetap sahabat kita juga” jawab Rino, “yaudah makasih ya Rama, kamu udah ngerawat dan menungguku sampai aku bangun, kayaknya aku udah gak apa-apa” sambung Rino, “Bener nich????, yadah kalau gitu aku pulang dulu, itu di meja ada sarapan buatmu, nanti dimakan ya!” Jawab Rama, lalu Rama pulang, ditengah jalan ia berpapasan dengan Rudi, tapi ia hanya diam aja dan sambil berlalu, namun Rudi mulai menyapanya “Rama” panggil Rudi sang biawak, Rama hanya menjawab “Kenapa!!” dengan memberanikan diri Rudi berbicara bahwa dia meminta maaf kepada Rama dan mengakui kesalahannya lalu ia bermaksud ingin menemui Rino untuk meminta maaf kepadanya, sebetulnya Rama tidak mau memaafkan Rudi tapi setelah ia melihat di wajah Rudi tersirat keikhlasan untuk meminta maaf akhirnya dia bilang akan mengajak Rudi kerumah Rino sang ulat besok pagi karena hari ini Rama sang angsa harus membantu ibunya yang sedang dapat pesanan sembako yang banyak, Rudi pun setuju dengan ajakan Rama.
Keesokan paginya mereka telah siap untuk datang kerumah Rino dengan membawa buah-buahan, tibalah mereka dirumah Rino, akan tetapi betapa kagetnya mereka karena setelah memanggil dan mencari Rino disetiap sudut rumah tetap aja tidak ketemu, mereka mulai panik, gelisah, takut jika terjadi apa apa dengan Rino sang ulat, Rama pun kehilangan kesabaran dan mulai memarah-marahi Rudi sang biawak lagi, hampir aja mereka berkelahi, tiba-tiba ada suara yang melerai mereka, “Rama Rudi jangan berkelahi,, aku ada disini” Rama dan Rudi langsung berhenti dan diam sambil melihat disekeliling mereka, tapi tidak ditemui ada tanda-tanda sesosok makhluk pun,, “kamu siapa?” Tanya Rama sang angsa dengan gugup ketakutan, lalu ada seekor kupu kupu yang terbang berkeliling disekitar mereka, sambil terbang ia berkata “ini aku, Rino, aku telah berubah menjadi kupu-kupu karena kmarin malam aku menjadi kepompong” mereka tidak percaya, dulunya Rino itu seekor ulat yang kecil tapi telah berubah menjadi kupu-kupu yang gagah dan menarik dipandang mata, “akhirnya khayalanku selama ini akan segera terwujudkan, aku ingin terbang berkeliling dunia dan melihat keindahan alam” kata Rino dengan cerianya, Rudi sangat menyesal dan meminta maaf kepada Rino dan Rino pun memaafkan Rudi, tiba-tiba ada segerombolan kupu-kupu melintasi serta melihat rumah Rino dan Rino, lalu salah satu kupu–kupu itu kaget dan mulai ingat bahwa itu adalah rumahnya walau ada sedikit perubahan dari tempat itu dan ia mempunyai anak dirumah itu dulu, lalu ia pamitan kegerombolannya dan nanti akan menyusul lalu ia mendekati mereka bertiga, “maaf anak-anak, bolehkah saya bertanya kepada teman kalian ini” sambil menunjuk Rino, “Boleh bunda” jawab Rudi dan Rama serempak, kupu-kupu itu bertanya lagi “Nak, nama kamu Rino bukan?” lalu Rino menjawab “iya, dari mana bunda tahu?” “benarkah ini tempat tinggalmu?” sambung kupu-kupu itu “iya benar, darimana bunda tahu??” Rino semakin terheran-heran kenapa pertanyaannya betul semua,

Lanjutan Cerita: Kembalinya Kepompong Kecilku - cerpen (The Third Part)
Kembalinya Kepompong Kecilku - cerpen (The First Part)

Kembalinya Kepompong Kecilku - cerpen (The First Part)

Rino adalah seekor ulat kecil yang ceria, dari jendela kamarnya ia memandang ke langit sambil membayangkan bisa bepergian kesana kemari bersama keluarganya dan melihat keindahan alam yang begitu mempesona, namun siapa sangka di balik keceriaannya ia menyimpan berjuta kepedihan di hati, sampai saat ini ia tak tahu dimana keluarganya berada, ia ingin sekali melihat wajah kedua orang tuanya dan memeluk mereka, tapi ia hanya bisa pasrah dan tetap ceria menjalani kehidupan ini, dari kesibukannya berkhayal ia dikagetkan teriakan temannya dari luar rumah, “Rino,, ayo maen sepakbola” teriak Rudi sang biawak, “Iya bentar” jawab Rino sambil bergegas keluar menuju Rudi lalu mereka pun berjalan bersama dan akhirnya tiba juga di lapangan,
“Hey, kalian kok lama banget datangnya? Kita udah maen dari tadi nich, ayo  segera gabung” sahut Rama sang angsa, “tadi ada les dadakan dari sekolah” kata Rudi sambil cengar cengir, lalu Rino gabung di timnya Rama dan Rudi gabung di tim satunya, secepat kilat mereka sudah mulai bermain, mereka bermain dengan cerianya dan alangkah asyiknya permainan sepakbola Rino, memang Rino ini walau kecil tapi sangat lihai dalam memainkan si kulit bundar, baru  bermain kira – kira 15 menit Rino telah menyumbang 3 gol, Rudi pun merasa sangat kesal dan iri dengan kelihaian Rino, tiba – tiba saat Rino sedang menggiring bola ada yang menakling dari belakang dan ternyata yang menakling itu adalah Rudi, alhasil Rino jatuh tersungkur dan ia sangat kesakitan karena kepalanya berdarah, lalu Rama dan teman-teman lainnya berlari mendekati Rino untuk melihat keadaannya dan Rama marah – marah kepada Rudi karena perbuatannya itu sangat membahayakan, Rudi gak terima dimarah-marahi didepan teman-temannya “maksud kamu apa!!! Aku gak sengaja!!! kamu ngajak ribut ya!” bentak Rudi dengan posisi siap-siap berkelahi kayak jagoan kesiangan, “Mau kamu apa, kamu tahu gak taklingmu tadi sangat berbahaya, ayo kalau ngajak ribut!!” balas Rama dengan murka, mereka lalu mempersiapkan kepalan tangan masing-masing akan tetapi mereka langsung dileraikan oleh teman-temannya. Akhirnya Rama sang angsa mengalah dan ia membopong Rino dan mengantarkannya pulang kerumah Rino, Akhirnya Rama sang angsa mengalah dan ia membopong Rino dan mengantarkannya pulang kerumah Rino, Akhirnya permainannya tidak dilanjutkan dan semuanya pulang kerumah, tapi Rudi masih berdiri di lapangan, ia memikirkan kata-kata Rama sang angsa dan akhirnya ia seakan akan disambar petir karena kekesalan dan irinya itu telah menyebabkan Rino kesakitan dan takut jika terjadi apa-apa dengan Rino.

Lanjutan cerita: Kembalinya Kepompong Kecilku - cerpen (The Second Part)
STODEO - SHORT STORY IN VIDEO (youtube)

STODEO - SHORT STORY IN VIDEO (youtube)

Stodeo kepanjangan dari short story in video. Short story ini hanya berdurasi sekitar 5-10 menit Ini adalah short story yang dikemas melalui video dan ditambah efek suara yang saya download dari library youtube (efek suara gratis), dan berharap bisa mengurangi kepenatan anda dari berbagai hal namun menambah kegiatan positif seorang pembaca dan memberikan nuansa fresh.

Kini anda tinggal memilih cerita lalu klik dan nikmati setiap kisahnya.
Sedikit tambahan, saya belum tahu pasti apakah short story in video ini sudah ada dan apa namanya, tidak bermaksud meniplak, meniru, atau mendaur ulang. Metode short story in video ini hanyalah kegiatan iseng saya belaka.


Terimakasih atas perhatiannya
Stodeo – tinggal klik dan nikmati setiap kisahnya

Mohon maaf apabila masih banyak kesalahan dalam penulisan maupun ada hal yang tidak berkenan bagi para pembaca. Saya tidak bermaksud buruk kepada siapapun – karena ini hanyalah cerita pengalaman saya. Diatasnya langit masih ada langit dan saya akui masih banyak orang hebat dari saya dan salah satunya yang sedang membaca tulisan saya ini.